Kata Pengantar Ketua Umum PB PGRI

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat, karunia, dan limpahan nikmat-Nya sehingga kita senantiasa diberikan kesempatan untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, setiap pengalaman belajar yang mampu memperkaya wawasan, memperluas perspektif, dan menginspirasi perubahan patut didokumentasikan agar menjadi sumber pembelajaran bagi banyak orang.

 

Saya menyambut dengan penuh apresiasi terbitnya buku “21 Hari Belajar di China” karya Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., atau yang lebih dikenal sebagai Omjay Guru Blogger Indonesia. Beliau juga ketua ikatan guru informatika dan KKA PGRI. Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan ke sebuah negeri yang dikenal maju dalam bidang teknologi, industri, dan pendidikan, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang makna belajar sepanjang hayat. Melalui buku ini, penulis mengajak kita menyelami pengalaman nyata selama mengikuti program pembelajaran di Republik Rakyat Tiongkok, kemudian menghubungkannya dengan berbagai tantangan serta peluang yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia.

 

Sebagai organisasi profesi guru di Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meyakini bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Seorang guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus terus memperbarui wawasan, mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta memiliki keberanian untuk belajar dari berbagai praktik baik di dalam maupun luar negeri. Pengalaman internasional yang dituangkan dalam buku ini menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal batas usia, tempat, maupun jabatan. Semangat inilah yang perlu terus ditumbuhkan di kalangan guru Indonesia.

 

China dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang. Transformasi tersebut tentu tidak terjadi secara instan, melainkan melalui investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan pendidikan. Pengalaman yang disajikan dalam buku ini memberikan gambaran bagaimana budaya disiplin, kerja keras, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat maupun sistem pendidikan mereka. Pembaca diajak melihat bahwa keberhasilan sebuah bangsa dibangun melalui proses panjang yang melibatkan komitmen seluruh elemen masyarakat.

 

Yang menarik dari buku ini adalah cara penulis menyampaikan kisahnya dengan bahasa yang sederhana, hangat, dan mudah dipahami. Dr. Wijaya Kusumah tidak hanya menceritakan apa yang dilihat, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan berbagai pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap bab menghadirkan inspirasi bahwa pengalaman belajar di luar negeri bukan untuk membandingkan secara berlebihan, melainkan menjadi bahan refleksi agar kita mampu melakukan perubahan positif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bangsa sendiri.

 

Saya mengenal Dr. Wijaya Kusumah sebagai sosok guru yang konsisten menebarkan semangat literasi digital dan budaya menulis kepada para pendidik di seluruh Indonesia. Melalui berbagai komunitas belajar, pelatihan, seminar, maupun tulisan-tulisannya, beliau telah menginspirasi ribuan guru untuk berani berbagi pengalaman, menulis, dan mendokumentasikan praktik-praktik baik yang dilakukan di sekolah. Komitmennya terhadap peningkatan kompetensi guru merupakan bentuk nyata pengabdian kepada dunia pendidikan yang patut diapresiasi.

 

Buku ini juga mengingatkan kita bahwa perjalanan belajar sesungguhnya tidak pernah berakhir. Setiap perjalanan akan selalu menghadirkan pengetahuan baru, memperluas cara pandang, dan memperkaya pengalaman hidup. Guru yang terus belajar akan melahirkan peserta didik yang gemar belajar. Guru yang terbuka terhadap perubahan akan mampu membimbing generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, budaya belajar sepanjang hayat harus menjadi karakter yang melekat pada setiap insan pendidik Indonesia.

 

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial yang berlangsung sangat cepat, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Pengalaman yang dibagikan dalam buku ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Justru teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kreativitas, memperluas akses ilmu pengetahuan, serta membangun kolaborasi lintas negara demi kemajuan pendidikan Indonesia.

 

Saya berharap buku ini tidak hanya menjadi bacaan yang menarik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para guru, kepala sekolah, dosen, mahasiswa, pengambil kebijakan, maupun masyarakat luas. Semoga semakin banyak pendidik Indonesia yang memiliki keberanian untuk terus belajar, berbagi pengalaman, memperluas wawasan global, dan membawa pulang praktik-praktik terbaik untuk diterapkan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

 

Akhirnya, saya mengucapkan selamat kepada Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. atas terbitnya buku ini. Semoga karya ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya, memperkaya khazanah literasi pendidikan nasional, serta menguatkan semangat guru Indonesia untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi bagi kemajuan bangsa.

 

Selamat membaca. Semoga setiap halaman buku ini memberikan inspirasi, memperluas cakrawala berpikir, dan meneguhkan keyakinan bahwa belajar adalah perjalanan yang tidak pernah mengenal kata selesai.

 

Jakarta, 3 Agustus 2026

 

Prof. Dr. Unifah Rosyidi

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI)

Berita Terkait

rangkuman dan sinopsis buku “Belajar 21 Hari di China” karya Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd
Rahasia Semakin Tua Semakin Sehat
Babinsa Koramil 03/Kundur Tempa Paskibraka Hadapi HUT RI 2026
Danramil Tebing Tanamkan Nasionalisme kepada Pelajar SMAN 4
Belajar 21 Hari di China
LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81
Babinsa Kundur Tempa Mental Paskibraka Sambut HUT Ke-81 RI
Babinsa Gembleng Paskibraka Selat Gelam Jelang HUT Ke-81 RI
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:13

Kata Pengantar Ketua Umum PB PGRI

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:30

rangkuman dan sinopsis buku “Belajar 21 Hari di China” karya Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:26

Rahasia Semakin Tua Semakin Sehat

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:35

Babinsa Koramil 03/Kundur Tempa Paskibraka Hadapi HUT RI 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:28

Danramil Tebing Tanamkan Nasionalisme kepada Pelajar SMAN 4

Berita Terbaru

Terkini

Kata Pengantar Ketua Umum PB PGRI

Senin, 3 Agu 2026 - 23:13

Guruku

Rahasia Semakin Tua Semakin Sehat

Senin, 3 Agu 2026 - 08:26